• +855-8899-065-89
  • +855-8899-065-89
  • INDO11
  • cs1_indo11
    cs1_indo11
megaphone
  • Selamat datang di Indo11.com. Pusatnya Bandar Judi Terpercaya pilihan ribuan pelanggan di Indonesia
  • Transaksi cepat menggunakan bank lokal, BCA, BNI, BRI, dan Mandiri
  • Promo BONUS terbaru, lihat di halaman BONUS!
Float Left
Float Right

Agen Bola Terpercaya – Agen Casino Online – Agen Judi Bola Online Terpercaya

Agen Bola Indo11 Melaporkan Berita Bola Hari Ini – Mantan staf pelatih Argentina, Elvio Paolorosso mengungkapkan bagaimana sedihnya timnas kala tumbang di final Copa America 2016 lalu. Termasuk Lionel Messi, yang disebutnya menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.

Kesuksesan Messi di Barcelona tak dibarengi dengan prestasi gemilang bersama Argentina. Hingga menginjak usia 31 tahun, La Pluga belum sekalipun merasakan gelar juara bersama Argentina. Prestasi terbaik yang bisa diraih Messi bersama La Albiceleste cuma menjadi runner up pada Piala Dunia 2014 dan Runner Up Copa Amerika 2016.

Dengan sederet kegagalan tersebut Copa America 2016 menjadi momen yang paling menyakitkan bagi Messi. Kala itu partai final yang mempertemukan  Argentina dengan Chili berjalan alot hingga harus diselesaikan dengan adu pinalti. Dan tanpa diduga Messi yang ditunjuk menjadi eksekutor pertama gagal mengeksekusi bola sehingga membuat Argentina gagal meraih juara.

Paolorosso selaku mantan pelatih fisik Argentina di era kepelatihan Gerardo “Tata” Martino. Paolorosso menyebut itu jadi momen buruk Messi.

Paolorosso sendiri kabarnya pernah mendapati pemain berusia 31 tahun itu tengah menangis sendirian meratapi kesalahannya di adu tos-tosan. Bahkan sangking emosionalnya, Paolorosso menggambarkan Messi layaknya anak kecil yang menangis karena kehilangan ibunya.

“Ruang ganti setelah Copa America sangatlah menyakitkan, tetapi hal yang paling buruk datang,” ujar Paolorosso .

“Jam 2 dini hari atau kurang saya pergi keruang penyimpanan dan saya menemukan Leo [Messi] benar-benar sendiri, menangis seperti bocah yang kehilangan ibunya,”.

“Dia sangat putus asa dan tak ada seorang pun yang bisa menghiburnya. Saya [kemudian] memeluknya dan kami meminum beberapa whine bersama”.

“Saya bersama Messi di Barcelona dan Argentina, dan apa yang bisa saya berikan kepadanya hanyalah ungkapan terima kasih. Dia selalu bekerja sama dengan baik dan bahkan memperhatikan apakah lapangan yang jadi venue laga terasa keras atau lunak,” tutupnya.

Terlepas dari semuanya, tak ada nama Messi dalam skuat Argentina kala melakoni dua laga uji coba selama dua pekan terakhir. Publik meyakini pemain  31 tahun tersebut saat ini sedang mempertimbangkan pensiun dari timnas.

  • Agen Bola Euro 2016, Judi Casino 338a, Bandar Bola Resmi-bca
    OFFLINE

    Senin - Jumat
    Pk. 21:00 WIB - Pk. 00:00 WIB

    Sabtu - Minggu
    Pk. 22:00 WIB - Pk. 23:00 WIB dan
    Pk. 00:00 WIB - Pk. 04:00 WIB

  • Agen Bola Euro 2016, Judi Casino 338a, Bandar Bola Resmi-mandiri
    OFFLINE

    Senin - Jumat
    Pk. 22:30 WIB - Pk. 04:00 WIB

    Sabtu - Minggu
    Pk. 22:00 WIB - Pk. 05:00 WIB

  • Agen Bola Euro 2016, Judi Casino 338a, Bandar Bola Resmi-bni
    OFFLINE

    Tidak ada Offline

  • Agen Bola Euro 2016, Judi Casino 338a, Bandar Bola Resmi-bri
    OFFLINE

    Senin - Minggu
    Pk. 00:00 WIB - Pk. 06:00 WIB